Thursday, 7 November 2019

Langkah-Langkah Merumuskan Indikator

Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) adalah penanda pencapaian KD yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur. Pengembangan indikator disesuaikan dengan karakteristik siswa, mata pelajaran, satuan pendidikan, potensi daerah serta dirumuskan menggunakan kata kerja operasional yang terukur.
Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) digunakan sebagai pedoman di dalam:
1. Mengembangkan materi pembelajaran
Materi pembelajaran yang dikembangkan harus sesuai dengan indikator yang telah dirumuskan. Perumusan IPK yang cermat memberikan arah dalam pengembangan materi pembelajaran yang efektif sesuai karakteristik mata pelajaran, potensi dan kebutuhan siswa.
2. Mendesain kegiatan pembelajaran
Desain pembelajaran yang dikembangkan hendaknya sesuai dengan IPK apat memberikan gambaran kegiatan pembelajaran yang efektif. IPK yang menuntut kompetensi pada aspek prosedural menunjukkan agar kegiatan pembelajaran dilakukan dengan strategi discovery-inquiry.
3. Mengembangkan bahan ajar
Bahan ajar yang dikembangkan oleh guru pasti bertujuan untuk menunjang pencapaian kompetensi siswa. Pemilihan bahan ajar yang tepat disesuaikan dengan tuntutan IPK, sehingga dapat meningkatkan pencapaian kompetensi secara maksimal.
4. Merancang dan melaksanakan penilaian hasil belajar
Indikator menjadi pedoman dalam merancang, melaksanakan, serta mengevaluasi hasil belajar siswa. Rancangan penilaian memberikan acuan dalam menentukan bentuk dan jenis penilaian, serta pengembangan indikator penilaian.
Dalam merumuskan indikator yang harus diperhatikan adalah:
1. Indikator dirumuskan dari KD.
2. Menggunakan kata kerja operasional (KKO) yang dapat diukur.
3. Indikator dirumuskan dalam kalimat yang simpel, jelas dan mudah dipahami.
4. Tidak menggunakan kata yang bermakna ganda.
5. Hanya mengandung satu tindakan dan satu materi.
6. Memperhatikan karakteristik mata pelajaran, potensi dan kebutuhan siswa, sekolah, masyarakat dan lingkungan.
Berikut ini langkah-langkah merumuskan indikator 
Pertama, menganalisis tingkat kompetensi yang digunakan pada KD
a. Memahami Kata Kerja Operasional dalam Taxonomi Bloom.
b. Menentapkan KD yang akan diturunkan menjadi indikator.
c. Menentukan kata kerja dari Kompetensi Dasar sesuai dengan Taxonomi Bloom.
Kedua, menganalisis Indikator berdasarkan tingkat UKRK (Urgensi,Kontinuitas, Relevansi, Keterpakaian) kompetensi pada KD.
a. UKRK dijadikan kiteria dalam memilih dan memilah ketepatan indikator kunci atau indikator penunjang.
b. Kategorikan Indikator:
1) Indikator Kunci
  • Indikator yang sangat memenuhi kriteria UKRK.
  • Kompetensi yang dituntut adalah kompetensi minimal yang terdapat pada KD.
  • Memiliki sasaran untuk mengukur ketercapaian standar minimal dari KD.
  • Dinyatakan secara tertulis dalam pengembangan RPP dan harus teraktualisasi dalam pelaksanaan proses pembelajaran.
2) Indikator Pendukung atau indikator prasyarat
  • Membantu peserta didik memahami indikator kunci.
  • Kompetensi yang sebelumnya telah dikuasai siswa dikaitkan dengan indikator kunci yang dipelajari.
3) Indikator Pengayaan
  • Mempunyai tuntutan kompetensi yang melebihi dari tuntutan kompetensi dari standar minimal.
  • Tidak harus selalu ada.
  • Dirumuskan apabila siswa berpotensi memiliki kompetensi yang lebih tinggi dan perlu peningkatan dari standar minimal.
Demikianlah Langkah-Langkah Merumuskan Indikator yang admin sarikan dari Modul MAnajemen INpolementasi Kurikulum 2013, semoga bermanfaat.

Thursday, 31 October 2019

Procedure Text (Materi dan contohnya)



Apakah kalian pernah membuat sebuah masakan dan melihat pada resep? Atau apakah kalian pernah melakukan sesuatu dengan berpedoman pada sebuah manual? Jika kalian sudah pernah melakukan hal tersebut, maka sebuah text yang kalian baca atau arahan yang kalian dengar adalah sebuah procedure text. Di dalam bahasa inggris Procedure Text adalah genre dari sebuah tulisan yang menunjukan bagaimana cara membuat sesuatu atau cara melakukan sesuatu dengan berurutan atau step by step. Tujuan dari Procedure Text adalah memberikan petunjuk tentang cara melakukan sesuatu melalui tindakan-tindakan atau langkah-langkah yang runtut. Dalam kehidapan sehari - hari kita pasti pernah membuat sesuatu seperti memasak, atau menyelesaikan suatu hal. Adakalanya kita tidak mengetahui cara dari membuat atau melakukan hal itu, maka kita akan membutuhkan suatu proses yang runtut atau yang biasa kita sebut dengan prosedur. Nah, untuk itu mari kita langsung saja simak penjelasan procedure text berikut ini.

Generic Structure of Procedure Text
Procedure text memiliki tiga bagian generic structure yaitu:
1. Aim/Goal
Aim ini merupakan tujuan dari Procedure text. Biasanya berupa judul atau deskripsi apa yang akan dibuat atau dilakukan.

2. Materials
Bagian ini memuat daftar bahan dan alat untuk menyelesaikan procedure text tersebut. Namun tidak semua procedure text membutuhkan material.

Ada tiga jenis Procedure Text yang tidak menggunakan materials atau alat - alat, yaitu:
  • Procedure Text yang menjelaskan bagaimana melakukan suatu intruksi secara manual atau bagaimana sesuatu dapat bekerja. Contohnya : How to use the television, the friedge, the phone, atau the rice cooker,dan lain lain.
  • Procedure Text yang menjelaskan peraturan dari bagaimana melakukan kegiatan-kegiatan tertentu. Contohnya : flight safety rules, video game rules, dan lain lain.
  • Procedure text yang mengajarkan manusia tentang kehidupan atau yang berhubungan dengan sifat dan kebiasaan manusia. Contohnya: How to be happy, How to be useful for someone, how to get a boyfriend, dan lain sebagainya.

3. Steps
Bagian steps berisi serangkaian langkah - langkah yang harus dilakukan dengan secara berurutan. Steps ini harus dilakukan agar tujuan yang di utarakan pada bagian Aim/ Goal dapat tercapai.

Ciri - Ciri Procedure Text
  • Menggunakan pola kalimat perintah (Imperative). Contohnya "Cut the banana into pieces" , "Don't mix the coconut milk with water" , "Heat the water for 5 minutes", dan lain lain
  • Menggunakan action verbs, misalnya crack, chop, cut, heat, mix, dan seterusnya.
  • Menggunakan sequence adverbs seperti first, second, next, then, finally, while
  • Menggunakan adverbials (kata keterangan) untuk menyatakan rinci waktu, dan tempat misalnya for "Cook the mixture for one hours" , "Boil the water for 15 minutes", "Crack the egg into the bowl" , dan lain sebagainya.
  • Menggunakan simple present tense. 
Contoh Procedure Text
HOW TO MAKE MANGO JUICE
(cara membuat jus mangga)

Ingredients
  • 2 ripe mangoes (2 buah mangga matang)
  • 1 cup water (satu gelas air)
  • 2 tablespoons sugar (2 sendok gula)
  • A few ice cubes (Sedikit es batu)
Steps
  1. Wash the mangoes to remove any dirt. Then peel the ripe mangoes (Cuci mangga untuk membuang kotoran. Kemudian kupas mangganya)
  2. Cut the peeled mangoes into small pieces. (Potong mangga yang telah dikupas tadi ke bagaian bagian kecil)
  3. Put them in a blender together with crushed ice, water, and sugar. (masukkan ke dalam blender bersama dengan es yang sudah dihancurkan)
  4. Blend until smooth. (Blender sampai halus)
  5. Run the blended mixture through a sieve. (saring mangga yang telah diblender melalui saringan)
  6. Throw away the leftover pulp and mango fibers. (Buang serat dan kotoran mangga)
  7. Serve the juice in glasses with a piece of mango attached to the side for garnish. (sajikan jus di dalam gelas dengan potongan mangga di ujung gelas sebagai hiasan)



HOW TO MAKE FRIED RICE 
(Cara membuat nasi goreng)
Ingredients:
  • 2 cloves of garlic (dua siung bawang putih)
  • 2 onions (dua bawang merah)
  • An egg (sebutir telur)
  • 1 table spoon of vegetable oil (satu sendok minyak goreng)
  • A plate of rice (sepiring nasi)
  • Salt (garam)
Steps:
  1. First, chop garlic and onions into the small pieces (Pertama tama, potong-potong kecil bawang putih dan bawang merah)
  2. Second, heat vegetable oil on a frying pan. (Kedua, panaskan minyak goreng di wajan penggorengan)
  3. Third, put the chopped garlic and onion into the hot vegetable oil. Fry them a while. (Ketiga, masukkan potongan bawang merah dan bawang putih ke dalam minyak panas)
  4. Fourth, add an egg into the pan and stir them. (Keempat, masukkan telur ke wajan dan aduk aduk)
  5. Fifth, put one plate of rice. Fry and mix them around 3 minutes. (Kelima, masukkan sepiring nasi. Goreng dan aduk aduk selama kurang lebih 3 menit)
  6. Sixth, add two pinces of salt. Continue frying until the rice is mixed perfectly. (Keenam, masukkan 2 jumput garam. lanjutkan mengaduk sampai merata)
  7. Finally, put the fried rice on a plate. Fried rice is ready to serve. (Akhirnya, letakkan nasi dia atas piring. Nasi goreng siap untuk disajikan
  8.  


     

Marhata Sinamot 1

  PANDUAN ACARA MARHATA SINAMOT . . . .  . . . . . . . . . . . . . . . . .  Dohot                           . . . . . . . . . . . . . . . . ...